Tugas 4 Statistika Kecepatan Ping Pemusatan Data

00.49 0 Comments

Menghitung Kecepatan Ping Speedy Pemusatan Data
Jurnal Statistika Dan Probabilitas
Disusun Oleh :
Nama                        : Adi Maulana M
NPM                          : 1306005
Jurusan                     : Teknik Informatika B
Surel                          : adimaulanamuhidin@gmail.com/1306005@sttgarut.ac.id
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jalan Mayor Syamsu No. 1 Telp. (0262) 232773 - Fax. (0262) 232332
Tarogong Kidul Garut – 44151
Abstrak : Matematika atau ilmu hitung pada dasarnya digunakan dalam berbagai aspek kehidupan sehari hari, baik itu disadari atau pun tidak, matematika memiliki peran besar didalam kehidupan.
Salah satu cabang matematika dalah statistika. Statistika merupakan cabang matematika yang berkenaan dengan data. Penghitungan data sering menggunakan statistika agar dalam pelaksanaanya lebih efektif dan efisien. Salah satu pemanfaatan statistika dalam kehidupan sehari-hari adalah seperti ibu-ibu yang biasa menghitung pengeluaran kebutuhan rumah tangga tiap bulannya, atau juga pada pemilu (pemilihan umum) di Indonesia biasanya setelah pemilihan selesa dilakukan penghitungan, dan penghitungan tersebut biasa menggunakan ilmu statistika. Sedangkan dalam bidang industri, statistika sering digunakan untuk menentukan keputusan. Contohnya berapa jumlah produk yang harus diproduksi dalam sehari berdasarkan data historis perusahaan, apakah perlu melakukan pengembangan produk atau menambah varian produk, perlu tidaknya memperluas cabang produksi, dll. Sehingga, disadari atau tidak, statistika juga ikut berperan dalam kehidum manusia sehari-hari.
Kata Kunci : Distribusi Frekuensi, ping, google, Statistika dan Probabilitas
1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Jaringan internet di zaman ini telah melambung pesat diberbagai belahan dunia, tak hanya itu bahkan sekarang akses internet bisa di akses kapan dan dimana pun hanya dengan menggunakan alat smartphone atau modem. Penggunaan internet di dunia ini tentunya yang paling dicari adalah kecepatan aksesnya yang begitu cepat namun kecepatan akses pun dapat lambat tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti alat yang digunakan, jarak, cuaca dan lain sebagainya.
Dengan faktor itu tentunya bisa melakukan penelitian kondisi jaringan untuk mengetahui kesetabilan kondisi jaringan tersebut, maka dari itu dengan menggunakan akses internet dengan telpon tentunya dapat dilihat kestabilan jaringan dengan melakukan ping ke suatu server internet.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka pengukuran jaringan menggunakan ping tentunya dapat mengetahui kondisi jaringan yang ada di daerah tersebut dan menyajikan kedalam bentuk tabel statistika.
1 2. Rumusan Masalah
1. Mengukur kecepatan ping.
2. Menyajikan ke dalam bentuk table statistika
1.3. Tujuan
Dengan pengukuran ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana kondisi kestabilan internet di daerah tersebut.
2. Landasan Teori
2.1. Statistika
Dalam arti luas (statistic inferensi/induktif) adalah alat pengumpul data, pengolah data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan dan hasilnya dimanfaatkan / digeneralisasi untuk populasi.
Bidang keilmuan statistika adalah sekumpulan metode untuk memperoleh dan menganalisa data dalam pengambilan suatu kesimpulan. Meski merupakan cabang ilmu matematika, statistika memiliki perbedaan mendasar pada logikanya. Jika matematika menggunakan logika deduktif, sementara statistic menggunakan logika induktif.
Logika statistika, dengan demikian sering disebut dengan logika induktif yang tidak memberikan kepastian namun member tingkat peluang bahwa untuk premis-premis tertentu dapat ditarik kesimpulan, dan kesimpulannya mungkin benar mungkin juga tidak. Langkah yang ditempuh dalam logika statistika adalah :
1.      Observasi dan eksperimen
2.      Munculnya hipotesis ilmiah
3.      Verifikasi dan pengukuhan dan berakhir pada
4.      Sebuah teori dan hukum ilmiah (Cecep Sumarna, 2004:98)

2.2. Distribusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh.
2.3.Penyusunan Distribusi Frekuensi
Penyusunan suatu distribusi frekuensi perlu dilakukan tahapan penyusunan data. Pertama melakukan pengurutan data-data terlebih dahulu sesuai urutan besarnya nilai yang ada pada data, selanjutnya diakukan tahapan berikut ini :
  • Menentukan nilai minimal-maksimal
  • Menentukan range/jangkauan data
    • R = data maksimal – data minimal
  • Menentukan jumlah kelas/kelompok
    • k = 1 + 3.32 log (n)
    • 2k ≥ n
n = banyak data
  • Menentukan lebar/interval kelas
    • i = R / k   (nilai dibulatkan ke satuan terbesar)
  • Rekap data sesuai interval yang disusun
2.                  Pemusatan Data
Ukuran pemusatan data digunakan  agar data yang diperoleh mudah untuk dibaca dan dipahami. Ukuran pemusatan data terdiri atas mean, median, dan modus.
  1. Rata – rata
  • Rata-rata hitung (data tunggal)



  • Rata – rata hitung (data kelompok)

Keterangan
    
= rata-rata hitung data berkelompok





x   = nilai tengah kelas

2.                  Median
Median adalah nilai tengah data yang terurut
  • Median (data tunggal)
Ganjil

Genap

  • Median (data kelompok)

 L= Batas bawah kelas frekuensi yang mengandung median
i = interval kelas/lebar kelas
n = banyaknya data
F = frekuensi kumulatif sebelum kelas yang mengandung median
f = frekuensi kelas yang mengandung median



3.                  Modus
Modus adalah nilai yang sering muncul
Modus data kelompok

L = batas bawah kelas yang mengandung modus
i = interval kelas/lebar kelas
d1 = selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sebelumnya
d2 = selisih frekuensi kelas yang mengandung modus dengan kelas sesudahnya



3.                  Hubungan empiris rata – rata, median, dan modus


2.4. Tabel
Tabel adalah daftar yang berisi sejumlah informasi berupa kata-kata dan bilangan, yang tersusun berturut ke bawah dalam kolom dan baris tertentu.
Tujuan dibuat tabel :
  1. dapat memberikan banyak informasi secara ringkas
  2. mempermudah pembaca dalam memahami bacaan

3. Kerangka Kerja Konseptual
1.      Pengumpulan Data
Data dikumpulkan pada satu waktu di tanggal 15 Maret 2015 di sebuah usaha warnet di daerah Bentar Hilir. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi mencatat kejadian yang berubah pada modem.
2.                  Merekap Data
Data direkap ke dalam Microsoft Excel.
3.                  Membuat Tabel Distribusi
Dibuatkan Tabel Histogram, Tabel Polygon, Tabel Ogif dan menghitun pemusatan datanya.
4. Hasil dan Pembahasan
1.Penyajian dalam bentuk table dan grafik.
 Pemanfaatan Teori Statistika yang saya ambil adalah penghitungan ping speedy ke server google.Data diambil secara manual dengan waktu selama lima menit sebagai berikut :
Data ke-
Data Kecepatan
1
46
2
42
3
42
4
42
5
42
6
47
7
110
8
45
9
47
10
44
11
46
12
42
14
47
15
44
16
43
17
44
18
46
19
47
20
535
21
541
22
559
23
553
24
560
25
540
26
30
27
535
28
543
29
417
30
249
31
42
32
42
33
48
34
44
35
45
36
47
37
43
38
169
39
40
40
80
41
48
42
43
43
43
44
42
45
42
46
42
47
42
48
55
49
51
50
56

Menghitung, nilai minimal, maksimal, range, jumlah kelas, dan interval.
Range = Maksimal – minimal
Nilai Max
560
Nilai Min
30
Range
530
Kelas
6
Interval
89
Interval = i = R / k






Merekap data ke dalam table
Tepi Bawah
Tepi Atas
Frekuensi
Frekuensi Relatif
30
118
38
16%
119
207
1
2%
208
296
1
2%
297
385
0
0%
386
474
1
2%
475
563
9
18%

Tabel Distribusi Kumulatif
kurang dari
frekuensi kumulatif
lebih dari
frekuensi kumulatif
29
0
29
50
118
38
118
12
207
39
207
11
296
40
296
10
385
40
385
10
474
41
474
9
563
50
563
0

Tabel Histogram Frekuensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Batas Bawah
Batas Atas
Frekuensi

29



30
118
30
119
38
119
207
119
208
1
208
296
208
297
1
297
385
297
386
0
386
474
386
475
1
475
563
475
282
9

Tabel Polygon Frekuensi
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah
Frekuensi



0
30
118
74
38
119
207
163
1
208
296
252
1
297
385
341
0
386
474
430
1
475
563
519
9



0

Grafik Histogram

Grafik Polygon Frekuensi


Grafik Ogif Kurang Dari

Grafik Ogif Lebih Dari






2. Pemusatan Data
Tepi Bawah
Tepi Atas
Frekuensi
30
118
38
119
207
1
208
296
1
297
385
0
386
474
1
475
563
9

a.          Rata-rata
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah(x)
Frekuensi (f)
f.x
30
118
74
38
2812
119
207
163
1
163
208
296
252
1
252
297
385
341
0
0
386
474
430
1
430
475
563
519
9
4671
Jumlah
50
8328

Rata-ratanya = 8328 = 166,56
b.         Median
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah(x)
Frekuensi (f)
f.x
30
118
74
38
2812
119
207
163
1
163
208
296
252
1
252
297
385
341
0
0
386
474
430
1
430
475
563
519
9
4671
Jumlah
50
8328

Interval = 89 F = 38
Median = 29.5+89x((50/2)-0)/38 = 88,05

c.         Modus
Tepi Bawah
Tepi Atas
Nilai Tengah(x)
Frekuensi (f)
f.x
30
118
74
38
2812
119
207
163
1
163
208
296
252
1
252
297
385
341
0
0
386
474
430
1
430
475
563
519
9
4671
Jumlah
50
8328

d1 = 38 – 0 = 38
d2 = 38– 1 = 37
Modus = 29.5+89 x (38/(37+38)) = 74,59
3.        Hubungan Empiris
Rata-rata = 166,56
Median = 88,05
Modus = 74,59


5. Kesimpulan
Berdasarkan tinjauan teori yang dimiliki, serta dari hasil analisis dan pengembangan terhadap data ping yang diolah dengan distribusi frekuensi, maka dibuktikan bahwa penyajian data akan lebih mudah dan keakuratannya menjadi lebih baik. Serta dengan penyajian seperti ini dapat disimpulkan bahwa ping yang diteliti memiliki rata – rata 166,56 ; median 88,05 ; dan modus 74,59 sehingga dihubungkan menjadi empiris right skewness .
6. Daftar Pustaka
Menyajikan data dalam bentuk distribusi frekuensi. (2014, Maret 26). Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web :https://nuraynilailiya.wordpress.com/tag/penyajian-data-tabel-frekuensi/
Materi Statistika. (2012, Maret 08). Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web :http://www.ummi.ac.id/ti/detail_jurnal.php?page=ZGV0YWlsX2p1cm5hbHBocA==&no=VFdwSlBRPT0=
Distribusi Frekuensi. (2013, Agustus 26). Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web :https://teorionline.wordpress.com/2013/08/26/distribusi-frekuensi/
Distribusi Frekuensi dan Grafik. Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web :https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/
Tabel dan Grafik. (2012 Desember 23). Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web :https://yokmaribelajar.wordpress.com/2012/12/23/tabel-dan-grafik/
Tugas Statistika. (2015 Maret 19). Diakses pada 2015, Maret 19 dari https://www.google.com/ di World Wide Web
: http://apnugrahatib2013.blogspot.com/2015/03/tugas-statistika.html
Tugas Statistika 4. (2015 April 2). Diakses pada 2015, April 6 di World Wide Web

: http://sumartotib13.blogspot.com/2015/04/tugas-4-statistika-jaringan-snr.html

Unknown

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 komentar: